MADIUN, SRJATIM.CO.ID – Kreator lokal Woko Channel bersiap melebarkan sayap ke industri perfilman nasional melalui film drama komedi supranatural Piye To Kih?. Film produksi MIRACLE Pictures yang disutradarai Ito Mavin tersebut menyapa penonton Madiun dalam rangkaian roadshow Nonton Duluan & Temu Konco, Rabu (28/10/2026), di CGV Plaza Lawu Madiun.
Roadshow yang berlangsung di 17 kota itu menjadi ajang perkenalan film sekaligus kesempatan bagi para pemain dan sineas untuk berbagi cerita di balik proses produksi. Film yang memadukan komedi khas Woko Channel dengan unsur supranatural tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.
Sutradara Ito Mavin menilai, kolaborasi dengan Woko Channel menjadi salah satu upaya membuka peluang lebih luas bagi kreator daerah untuk berkembang di industri perfilman. Menurut dia, potensi kreator lokal tidak kalah dibandingkan pelaku industri yang lebih dahulu berkecimpung di layar lebar.
“Saya pikir kita harus berani mendobrak kebiasaan dan bertumbuh bersama kreator-kreator lokal. Mereka punya potensi dan kesempatan yang sama,” ujar Ito.
Sutradara kelahiran Ponorogo yang pernah mengenyam pendidikan di Madiun itu mengaku memiliki kedekatan dengan budaya dan bahasa yang digunakan Woko Channel. Faktor tersebut turut mempermudah proses komunikasi selama produksi.
Meski demikian, Ito menyebut mengadaptasi kreator yang dikenal melalui konten YouTube ke film layar lebar memiliki tantangan tersendiri. Tim produksi harus menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda, bukan sekadar memindahkan pola komedi yang selama ini dikenal penonton Woko Channel ke layar bioskop.
Pemeran Mukidi, Heri Chandra, juga merasakan perbedaan signifikan antara produksi konten YouTube dan film layar lebar. Selain melibatkan lebih banyak kru dan peralatan, proses produksi film menuntut standar kerja yang lebih profesional.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi tantangan baru bagi Heri. Sebab, Piye To Kih? merupakan debutnya bermain dalam film layar lebar. Dia mengaku sempat gugup saat menjalani proses produksi.
Dalam film tersebut, Mukidi dikisahkan ingin membuktikan bahwa dirinya layak menikahi perempuan pujaannya. Demi terlihat mapan, dia nekat membeli sebuah rumah tua dengan harga murah.
Namun, harapan Mukidi tak berjalan mulus. Hubungan asmaranya justru kandas. Situasi semakin rumit ketika dia bertemu Sukma, sosok misterius dari alam berbeda yang diperankan Dara Sarasvati.
Bersama Gendut yang dimainkan Sutrisno Agung dan Penyok yang diperankan Eko Dunung, Mukidi harus menghadapi serangkaian kejadian kocak sekaligus konflik tak terduga setelah pertemuannya dengan Sukma.
Di balik balutan komedi dan cerita supranatural, film ini turut menyampaikan pesan tentang makna kelayakan seseorang. Citra mapan dan penampilan luar bukan satu-satunya ukuran, sebab kejujuran serta kemauan memperbaiki diri juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan.
Sementara itu, Gabriella Desta, pemeran Bunga, mengungkapkan bahwa perbedaan bahasa selama proses produksi tidak menjadi hambatan berarti. Kebiasaannya menggunakan bahasa Jawa dalam keseharian membantunya memahami dialog dan mendalami karakter.
Pembacaan naskah bersama, diskusi antarpemain, serta pendampingan pelatih akting juga membantu para pemeran membangun karakter agar lebih sesuai dengan kebutuhan cerita.
Tak hanya mengandalkan cerita dan akting, Piye To Kih? turut diperkuat musik yang menjadi bagian dari identitas film. Lek Dahlan terlibat dalam penciptaan empat lagu original soundtrack (OST), yakni Piye To Kih?, Sigaran Nyowo, Kelangan, dan Gemati.
Lek Dahlan membawakan tiga lagu terakhir, sedangkan lagu Piye To Kih? dinyanyikan tiga karakter utama, yakni Mukidi, Gendut, dan Penyok. Keempat video klip soundtrack tersebut telah dirilis melalui kanal YouTube MIRACLE Pictures sejak 15 Oktober 2026.
Rangkaian roadshow film ini menyambangi Semarang, Yogyakarta, Magelang, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Batu, Kediri, Blitar, dan Tulungagung.
Melalui kolaborasi tersebut, MIRACLE Pictures dan Woko Channel berharap karya kreator lokal dapat menjangkau penonton yang lebih luas sekaligus mendapat tempat di industri film nasional.
Setelah menyapa penonton di berbagai kota, Piye To Kih? akan memulai penayangan serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026.
Para pemain film Piye To Kih? usai nonton bersama di CGV Plaza Lawu Madiun, Rabu (28/10/2026)
















