NGANJUK, SRJATIM.CO.ID – Ratusan pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Nganjuk antusias mengikuti lomba permainan tradisional dakon atau congklak dan balap bakiak bersarung, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Lomba digelar di Aula dan Lapangan Basket SMP Negeri 2 Nganjuk, Sabtu pagi (24/2026).
Kegiatan bertajuk Games Santri Back to Culture 2026 tersebut digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan Pemkab Nganjuk, Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Kabupaten Nganjuk.
Dalam lomba bakiak bersarung, para pelajar dituntut menjaga kekompakan dan menyelaraskan langkah agar bisa mencapai garis finish lebih dahulu. Sedangkan lomba dakon, ketelitian dan strategi menjadi kunci kemenangan.
Lomba dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Nganjuk Ani Sutiani, dan Ketua PWI Nganjuk Bagus Jati Kusumo.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, kebudayaan, dan peringatan Hari Santri Nasional tersebut.
“Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi anak-anak. Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang sportivitas, kedisiplinan, kerja sama, dan menghargai lawan. Kami berharap generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya bangsa di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Senada, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Nganjuk Ani Sutiani menilai kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri di luar pembelajaran formal.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga pengalaman yang membangun kebersamaan dan kepercayaan diri. Lomba tradisional seperti ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar sambil bergembira, sekaligus mengenal kembali permainan yang mungkin mulai jarang dimainkan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PWI Nganjuk Bagus Jati Kusumo mengatakan, Games Santri Back to Culture 2026 dirancang untuk mendekatkan generasi muda dengan warisan budaya melalui kegiatan yang menyenangkan dan kompetitif.
“Kami ingin peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi seremoni. Melalui permainan tradisional, kami mengajak pelajar untuk kembali mengenal budaya sendiri, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai sportivitas. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda positif yang terus berlanjut setiap tahun,” ungkapnya.
Untuk diketahui, dalam lomba bakiak bersarung, SMPN 1 Sawahan berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati SMPN 1 Baron, sedangkan juara ketiga diraih SMPN 7 Nganjuk.
Sedangkan lomba dakon, Lala Indrawati R dari SMPN 1 Gondang keluar sebagai juara pertama. Nuril Azizah dari SMPN 3 Kertosono meraih juara kedua, disusul Cantika Ratri D dari SMPN 2 Nganjuk sebagai juara ketiga.
Rangkaian Games Santri Back to Culture 2026 berlanjut pada hari kedua, Minggu besok (25/10/2026), dengan lomba Fashion Show Santri tingkat pelajar putri SMP/MTs se-Kabupaten Nganjuk. Lomba akab digelar di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Pemkab Nganjuk.
Pada kesempatan itu, panitia juga akan menyerahkan Piala Bupati Nganjuk, piagam penghargaan, dan uang pembinaan kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan partisipasi mereka.

















