Kantongi Dukungan 32 Cabor, Syaiful Mahdi Jadi Calon Tunggal Ketua Umum KONI Nganjuk

Syaiful Mahdi, S.E. resmi ditetapkan sebagai calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nganjuk periode 2026–2030

NGANJUK, SRJATIM.CO.ID – Syaiful Mahdi, S.E. resmi ditetapkan sebagai calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nganjuk periode 2026–2030, setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi dengan dukungan tertulis dari 32 pengurus cabang olahraga (cabor).

Penetapan tersebut merupakan hasil proses penjaringan dan penyaringan yang dilakukan tim di bawah pimpinan Drs. Rasid Anggara, M.M. Hasilnya diserahkan kepada Ketua Pelaksana Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Nganjuk, Drs. Toto Nuswantoro, M.Pd., pada Kamis (22/10/2026).

Rasid Anggara mengatakan, Syaiful Mahdi telah memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai calon Ketua Umum KONI Nganjuk. Salah satu persyaratan yang dipenuhi adalah dukungan tertulis dari 32 pengurus cabang olahraga.

Bacaan Lainnya

“Dukungan tersebut dibuktikan melalui surat bermeterai Rp 10 ribu yang ditandatangani masing-masing ketua pengcab,” ujar Rasid Anggara dalam keterangan pers Kamis (22/10/2026)

Penyerahan hasil penjaringan dan penyaringan ini disebut Rasid menjadi bagian penting dalam rangkaian tahapan menuju Musorkablub KONI Nganjuk, yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026. Forum tersebut akan menjadi agenda penentuan kepemimpinan organisasi olahraga di Kota Angin untuk periode empat tahun mendatang.

Sebelumnya, tim penjaringan dan penyaringan telah mengumumkan pembukaan proses pencalonan pada 12 Oktober 2026. Pengambilan sekaligus penyerahan formulir pendaftaran berlangsung pada 13–15 Oktober, dilanjutkan verifikasi administrasi pada 16–18 Oktober.

Peserta yang masih memerlukan penyempurnaan dokumen diberi kesempatan melakukan perbaikan pada 19–20 Oktober. Tahapan kemudian berlanjut pada penetapan bakal calon menjadi calon pada 21 Oktober 2026.

“Tahapan pencalonan kini telah memasuki fase berikutnya. Seluruh proses tersebut menjadi bagian dari mekanisme organisasi untuk menentukan nakhoda baru KONI Nganjuk,” pungkas Rasid.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *