LAMONGAN, SRJATIM.CO.ID – Apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemkab Lamongan, Kamis (22/10/2026), sempat diwarnai insiden tumbangnya sejumlah peserta. Sebanyak 10 santri dilaporkan pingsan secara bergantian saat mengikuti upacara yang berlangsung pada pagi hari tersebut.
Insiden itu sempat mengundang perhatian peserta apel. Petugas kesehatan yang bersiaga di lokasi langsung bergerak memberikan pertolongan pertama kepada para santri yang mengalami kondisi tersebut.
Sejumlah santri kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Mereka diduga mengalami kelelahan setelah mengikuti rangkaian upacara.
Meskipun sempat diwarnai kepanikan, insiden tersebut tidak sampai menghentikan seluruh rangkaian peringatan Hari Santri. Apel tetap berlangsung khidmat hingga memasuki agenda berikutnya.
Suasana kembali semarak ketika kelompok santriwati menampilkan Tari Saman. Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta dalam peringatan Hari Santri tahun ini.
Peringatan Hari Santri 2026 juga menjadi momentum bagi Pemkab Lamongan untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan daerah. Tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama dan dakwah, pesantren diharapkan semakin berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan, pemerintah daerah tengah menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) sebagai aturan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren.
Saat ini, draf Perbup tersebut masih menjalani proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Kehadiran aturan pelaksana itu diharapkan dapat memperkuat landasan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pesantren.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menjawab tantangan zaman.
Pemkab Lamongan berharap pesantren dan para santri terus mengambil bagian dalam pembangunan, sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat yang religius, berdaya saing, dan harmonis.

















