Kapolres Nganjuk Gagas Doa Lintas Agama, Perkuat Kerukunan di Momen Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama lintas agama mewarnai peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) di Kabupaten Nganjuk, Selasa malam (20/10/2026).

NGANJUK, SRJATIM.CO.ID – Doa bersama lintas agama mewarnai peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) di Kabupaten Nganjuk, Selasa malam (20/10/2026).

Doa yang digelar di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk itu merupakan inisiatif dari Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, dengan dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forkopimda.

Hadir pula pula tokoh masyarakat, tokoh agama dari berbagai keyakinan, dan masyarakat umum turut mengikuti kegiatan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Melalui doa bersama lintas agama ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bersatu. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk menjaga kerukunan, persaudaraan, dan kedamaian. Kami berharap Nganjuk senantiasa aman, kondusif, serta masyarakatnya bisa hidup berdampingan dengan penuh toleransi,” ujar AKBP Suria.

Doa lintas agama ini melibatkan perwakilan tujuh agama dan aliran kepercayaan. Mereka secara bergantian memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing, mencerminkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Perwakilan yang hadir antara lain Mangku Wakijo dari agama Hindu, Ali Mudho Siswoko dari Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Sebastian dari agama Konghucu, Pendeta Mahendra dari agama Kristen, Stefanus Joko Rumawan dari agama Katolik, serta H. Solihin Nasrudin, SH., MH., dari agama Islam. Perwakilan agama Buddha juga dijadwalkan menyampaikan doa.

AKBP Suria menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan bangsa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran senantiasa diberi keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan pembangunan.

Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengapresiasi inisiatif Kapolres Nganjuk yang mempertemukan berbagai unsur agama dan kepercayaan dalam satu kegiatan doa bersama.

“Ini menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun di atas keberagaman. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi tujuan kita sama, yakni menjaga persatuan, kedamaian, dan keutuhan bangsa. Kerukunan seperti ini harus terus dirawat, bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Marhaen.

Marhaen berharap, semangat kebersamaan yang terbangun melalui doa lintas agama tersebut dapat terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat, sehingga Kabupaten Nganjuk tetap aman, damai, dan harmonis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *