LAMONGAN, SRJATIM.CO.ID – Pembenahan kepengurusan dan strategi pembinaan atlet menjadi pekerjaan rumah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lamongan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendorong evaluasi menyeluruh agar pembinaan olahraga lebih terarah dan mampu mendongkrak prestasi atlet.
Dorongan tersebut disampaikan Yuhronur dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Lamongan 2026 di Pendopo Lokatantra, Rabu (14/10/2026). Forum ini menjadi momentum pergantian kepengurusan sekaligus merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing atlet Lamongan.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengatakan, Musorkab tidak boleh berhenti pada agenda pemilihan ketua dan pengurus baru. Lebih dari itu, kepengurusan mendatang harus mampu memantapkan program kerja serta memperkuat pembinaan di setiap cabang olahraga (cabor).
“Selain memilih ketua dan pengurus baru, tentu ini juga kita harapkan sebagai sarana untuk memantapkan program-program yang ada di Lamongan untuk KONI Lamongan,” ujarnya.
Selain mengejar peningkatan prestasi, Yuhronur mendorong perluasan cabang olahraga di bawah naungan KONI. Saat ini, tercatat 49 cabor telah menjadi bagian dari pembinaan olahraga di Kota Soto tersebut.
Sejumlah cabor baru dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan, termasuk tinju dan olahraga domino (orado). Pengembangan tersebut diharapkan menambah pilihan cabang potensial yang bisa menyumbangkan prestasi dalam Porprov maupun kejuaraan lainnya.
“Termasuk di dalamnya ada cabang olahraga baru, kemarin termasuk tinju dan orado. Ini punya potensi besar dalam rangka Porprov maupun kejuaraan-kejuaraan yang lain,” kata Pak Yes.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Lamongan periode 2022–2026 Heri menyampaikan, jumlah cabor yang dibina meningkat dari 29 menjadi 49 selama masa kepengurusannya. Sebanyak 47 cabor juga dipersiapkan untuk mengikuti Porprov Jawa Timur.
Sejumlah cabor yang berpotensi menjadi andalan Lamongan antara lain catur, biliar, karate, muay thai, sambo, gulat, panjat tebing, dan pencak silat. Adapun dayung dan tinju diharapkan menjadi kekuatan baru untuk mendongkrak perolehan medali pada Porprov 2027.
Namun, penambahan cabor perlu diimbangi dengan pembinaan yang konsisten. Peningkatan kualitas pelatih serta dukungan sarana dan prasarana juga menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan potensi atlet.
Ketua KONI Lamongan periode 2026–2030 Munif Syarif menyatakan, dukungan dari seluruh cabor menjadi modal awal untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah. Kepengurusan baru akan membagi program kerja ke dalam target jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam waktu dekat, KONI Lamongan memprioritaskan pemetaan potensi setiap cabor. Langkah tersebut dinilai mendesak karena Porprov Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 2027, sementara waktu persiapan dan anggaran yang tersedia terbatas.
“Dengan keterbatasan waktu dan juga keterbatasan dana yang ada, potensi-potensi olahraga yang kira-kira bisa mendulang emas ini harus kita genjot. Ini harus kita sadari dan menjadi prioritas kita bersama,” tegas Munif.
Karena itu, setiap cabor diminta memahami kekuatan dan peluang masing-masing. KONI tidak ingin seluruh nomor pertandingan diikuti tanpa perhitungan matang, terutama jika peluang meraih medali belum optimal.
Pemetaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan prioritas pembinaan dan alokasi anggaran. Dengan strategi yang lebih terukur, sumber daya yang terbatas diharapkan dapat difokuskan pada cabor yang memiliki peluang paling besar menyumbangkan medali.
Melalui kepengurusan baru, KONI Lamongan diharapkan mampu memperkuat kesinambungan pembinaan, melahirkan atlet potensial, serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat provinsi hingga nasional. Porprov 2027 pun menjadi ujian awal bagi efektivitas strategi yang disiapkan.

















