NGANJUK, srjatim.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nganjuk menyerukan aksi damai untuk menjaga kebebasan pers dan demokrasi.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/7/2026) pukul 09.30 WIB dengan titik kumpul di Alun-Alun Nganjuk.
Seruan aksi disampaikan kepada insan pers dan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM). Seluruh pihak diajak bersatu menyuarakan pentingnya menjaga kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi.
Ketua PWI Kabupaten Nganjuk Bagus Jati Kusumo mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar bentuk solidaritas antarsesama jurnalis, melainkan upaya bersama untuk mengingatkan bahwa kebebasan pers merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.
“Pers bukan musuh masyarakat, bukan pula pihak yang layak diberi stigma negatif. Pers bekerja berdasarkan kode etik dan menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan publik. Karena itu kami mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebebasan pers sebagai pilar keempat demokrasi,” tegas Bagus, Senin (27/7/2026).
Dalam seruan tersebut juga digaungkan pesan “Kami Bukan Londo Ireng”, sebagai penegasan bahwa profesi wartawan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal senada disampaikan Ketua IJTI Nganjuk Sofyan Hanafi. Ia mengatakan, aksi akan dilaksanakan secara damai, berintegritas, dan bermartabat. Menurutnya, penyampaian aspirasi dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan demokrasi yang sehat.
“Kami mengajak seluruh insan pers untuk bersatu dan menyuarakan pentingnya kebebasan pers. Aksi ini menjadi simbol bahwa pers tetap berdiri di garda depan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat serta menjaga nilai-nilai demokrasi,” ujar Sofyan.
PWI dan IJTI berharap aksi damai tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Dengan semangat ‘Pers Bersuara, Demokrasi Jaya’, kedua organisasi profesi wartawan itu mengajak seluruh peserta menjaga ketertiban, menjunjung integritas, serta menyampaikan aspirasi secara santun dan bermartabat.
















