SSK Dinas PPKB Nganjuk Jadi Rujukan, Dinas KBPPPA Tulungagung Lakukan Kunjungan Kerja dan Pelajari Langsung Praktiknya di Sekolah

Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Tulungagung melakukan kunjungan kerja jajaran Dinas KBPPPA Tulungagung ke Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nganjuk, Kamis (17/9/2026)

NGANJUK, srjatim.co.id – Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Kabupaten Nganjuk menjadi perhatian daerah lain. Pengelolaan program hingga inovasi yang diterapkan di lingkungan sekolah ini menjadi bahan pembelajaran, salah satunya oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Tulungagung.

Hal itu terlihat dari kunjungan kerja jajaran Dinas KBPPPA Tulungagung ke Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Nganjuk, Kamis (17/9/2026). Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk menggali lebih jauh pelaksanaan SSK sekaligus melihat penerapannya secara langsung di sekolah.

Kepala DPPKB Nganjuk Asti Widyartini mengatakan, pertemuan antardaerah tersebut menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman. Tidak hanya mengenai teknis pelaksanaan, tetapi juga berbagai inovasi yang dikembangkan dalam memberikan edukasi kependudukan kepada pelajar.

Bacaan Lainnya

“Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah dalam mengembangkan program kependudukan,” ujar Asti, Jumat (18/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dinas PPKB Nganjuk memaparkan tata kelola dan implementasi SSK. Rombongan dari Tulungagung juga berdiskusi mengenai sejumlah praktik yang telah diterapkan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap isu kependudukan.

Agenda kemudian berlanjut ke SMPN 2 Nganjuk. Di sana, rombongan melihat langsung pelaksanaan SSK di lingkungan sekolah. Sharing dan dialog bersama pihak sekolah dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai pengelolaan program di tingkat satuan pendidikan.

Mulai dari pelaksanaan kegiatan hingga inovasi pembelajaran kependudukan menjadi bagian yang dipelajari. Dengan melihat langsung praktik di lapangan, diharapkan daerah lain memiliki referensi dalam mengembangkan program serupa sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

Asti menilai, sekolah memiliki peran penting dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai kependudukan. Karena itu, penguatan SSK perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebatas program administratif.

“Melalui kolaborasi dan pertukaran praktik baik ini, implementasi Sekolah Siaga Kependudukan dapat terus diperkuat,” katanya.

Menurut Asti, tujuan akhirnya bukan hanya membuat program berjalan di sekolah. Lebih dari itu, SSK diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berkualitas sekaligus memiliki wawasan mengenai berbagai persoalan kependudukan.

Asti berharap pengalaman yang dibagikan Nganjuk dapat menjadi bahan pengembangan bagi Tulungagung. Sebaliknya, komunikasi antardaerah juga membuka ruang munculnya gagasan dan inovasi baru dalam pengelolaan program kependudukan.

“Pertukaran gagasan antardaerah juga membuka peluang pengembangan inovasi baru dalam program kependudukan di masing-masing daerah,” pungkas Asti Widyartini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *