Bupati Marhaen Pimpin Apel Penanganan Karhutla Gunung Wilis, 500 Personel Gabungan Sisir dan Sekat Titik Api

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turun langsung memimpin sekaligus memberangkatkan pasukan gabungan untuk menyisir titik-titik api dan membuat sekat bakar, Jumat pagi (18/9/2026).

NGANJUK, srjatim.co.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Wilis, Kecamatan Sawahan, Nganjuk, dikebut. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turun langsung memimpin sekaligus memberangkatkan pasukan gabungan untuk menyisir titik-titik api dan membuat sekat bakar, Jumat pagi (18/9/2026).

Turut mendampingi Marhaen, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan jajaran Forkopimda Nganjuk.

Tak kurang dari 500 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri atas unsur TNI-Polri, BPBD, OPD, Satpol PP, PMI, Pramuka, Perhutani, serta masyarakat dan relawan.

Bacaan Lainnya

Sebelum pasukan bergerak menuju kawasan hutan, Marhaen memberikan arahan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di medan lereng Gunung Wilis.

“Alhamdulillah, total kurang lebih 391 orang. Nanti akan melakukan penyisiran ke atas, karena ada beberapa titik yang akan kita lakukan,” kata Marhaen, dalam apel pemberangkatan di Balai Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.

Menurutnya, penanganan karhutla tersebut membutuhkan gotong royong lintas sektor. Selain aparat, keterlibatan masyarakat dan relawan menjadi bagian penting dalam upaya melokalisasi api agar tidak semakin meluas.

“Yang bisa kita lakukan ada dua. Kebakaran di Wilis ini rembetan dari Ponorogo ternyata. Bukan dari Wilis sisi Nganjuk. Kita antisipasi, ini kurang lebih sekitar 10 hektaran yang kena,” jelas bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Nganjuk Sutomo menyebut kondisi terkini menunjukkan perkembangan positif. Sebaran api mulai mereda dan tersisa sekitar empat titik yang masih dalam penanganan.

“Alhamdulillah untuk penanganan karhutla yang saat ini berada di kawasan Gunung Wilis, sebaran api sudah mulai mereda. Sampai dengan ini kira-kira masih ada empat titik,” ujarnya.

Empat titik tersebut berada di kawasan Nangka, Munut, Lungur Cilik-Sadepok, serta Candi Laras. Masing-masing lokasi ditangani tim dengan leader berbeda.

Selain melakukan pemadaman, personel juga membuat ilaran atau sekat bakar secara manual. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus jalur rambatan api.

Sutomo menyebut luas lahan yang terdampak berdasarkan data terakhir sekitar tujuh hektare. Kondisi medan yang berupa lereng curam menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Namun, keberadaan sejumlah sungai kecil di kawasan tersebut membantu proses pelokalisasian api.

“Untungnya lerengnya banyak sungai-sungai kecil, jadi api semakin mengecil. Mudah-mudahan pada saat sampai di aliran sungai tidak lompat,” katanya.

Kabar baik lainnya, api masih berada cukup jauh dari permukiman warga. Kondisi cuaca yang mulai diguyur gerimis juga diharapkan membantu meredam kobaran api.

Untuk penanganan dari udara, Pemkab Nganjuk juga menyiapkan skema water bombing melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara di darat, penyekatan dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area lain.

Marhaen menegaskan penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman. Setelah kondisi dinyatakan aman, Pemkab Nganjuk berencana melakukan pemulihan ekosistem dengan penanaman kembali vegetasi di kawasan terdampak.

“Terima kasih pada semua yang hari ini bergotong royong melakukan mitigasi bencana berkaitan dengan kebakaran hutan di Gunung Wilis ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *