BPBD Nganjuk Rilis Gambar Udara Kebakaran Gunung Wilis, Kobaran Api Terlihat Jelas di Siang Hari

Foto: tangkap layar video udara BPBD Kab. Nganjuk

NGANJUK, srjatim.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk merilis gambar video udara menggunakan kamera drone, yang menunjukkan besarnya kobaran api kebakaran di lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.

Video diunggah di akun Facebook BPBD Kabupaten Nganjuk pada Kamis siang (17/8/2026), disertai keterangan “Update perkembangan kejadian kebakaran hutan dan lahan wilayah Gunung Wilis Desa Ngliman Kec. Sawahan Tanggal 17 September 2026 Pukul 14.00 WIB”.

Foto: tangkap layar gambar udara BPBD Kab. Nganjuk

Di dalam video tampak jelas kobaran api di siang hari, memanjang di tengah area hutan, disertai kepulan asap putih tebal.

Bacaan Lainnya

Diberitakan sebelumnya, kawasan hutan puncak Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk terbakar hebat pada Rabu malam (16/9/2026).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk Purwo Hadi Setyo Wicaksono mengatakan, jarak titik api dengan permukiman warga masih cukup jauh. Berdasarkan pemantauan sementara, lokasi kebakaran berjarak sekitar 15 kilometer dari permukiman.

Foto: tangkapan layar gambar udara BPBD Kab. Nganjuk

 

“Untuk jarak titik api dari pemukiman warga saat ini sekitar 15 kilometer. Saat ini kami masih melakukan inventarisir personel,” ujar Wicak.

Tantangan terbesar menurut Wicak berada pada akses menuju lokasi. Titik api berada di tengah hutan dengan kondisi medan yang curam dan sulit dilalui kendaraan. Karena itu, personel yang diterjunkan harus berjalan kaki untuk melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman.

“Untuk saat ini kita masih memantau. Untuk pemadaman personel harus berjalan kaki, karena medan di tengah hutan tidak bisa dilalui kendaraan,” jelasnya.

Keterbatasan akses juga membuat pemadaman dilakukan secara manual. Petugas memanfaatkan ranting pohon untuk membantu mengendalikan kobaran api. Peralatan pemadaman berukuran besar sulit dibawa menuju puncak karena kondisi geografis yang ekstrem.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *