NGANJUK, srjatim.co.id – Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk mulai menjadi perbincangan, menjelang masa pensiun Nur Solekan pada 1 Januari 2027 mendatang.
Sejumlah nama pejabat eselon II mulai ramai disebut-sebut masuk bursa calon pengganti Nur Solekan sebagai panglima ASN Pemkab Nganjuk.
Nama Kepala Bappeda Nganjuk Adam Muharto, Kepala Dinkes Nganjuk dr Tien Farida Yani, hingga Kepala Dindik Nganjuk Puguh Harnoto mulai muncul di media massa, media sosial, maupun percakapan grup WhatsApp.
Selain nama-nama tersebut, Sekretaris DPRD Nganjuk Anang Agus Susilo juga disebut-sebut berpotensi menjadi ”kuda hitam” dalam bursa calon Sekda.
Namun, Kepala BKPSDM Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, peluang untuk menjadi Sekda Nganjuk terbuka dan sama bagi seluruh pejabat eselon II, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan.
“Kalau prioritas nggak ada. Semua (pejabat eselon II yang memenuhi syarat) punya peluang yang sama,” ujar Agus saat dikonfirmasi Selasa (15/9/2026).
Agus menjelaskan, salah satu persyaratan utama yang harus dipenuhi calon Sekda adalah pangkat minimal IV/b. Pejabat dengan pangkat IV/a belum memenuhi ketentuan tersebut.
“Yang memenuhi syarat IV/b dan IV/c. Kalau prioritas tidak ada, semua punya peluang yang sama,” ungkapnya.
Selain pangkat, faktor usia menurut Agus juga menjadi persyaratan penting. Calon yang nantinya dilantik sebagai Sekda disebutnya maksimal berusia 58 tahun.
Dengan demikian, pejabat eselon II yang telah melewati batas usia tersebut tidak memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan Sekda.
“Dan harus memenuhi syarat usia. Pada saat dilantik maksimal berusia 58 tahun,” jelas Agus.
Meskipun bursa nama mulai ramai diperbincangkan, BKPSDM Nganjuk memastikan hingga kini belum ada jadwal resmi seleksi calon Sekda. Agus menyebut proses tersebut masih belum memasuki tahapan penetapan jadwal seleksi.
“Belum (dibuka),” jawabnya singkat saat ditanya mengenai jadwal seleksi calon Sekda.
Agus membenarkan bahwa Sekda Nganjuk Nur Solekan akan memasuki masa pensiun pada 1 Januari 2027.
“Iya, benar (Nur Solekan pensiun 1 Januari 2027),” pungkasnya.

















