Peduli Warga Tak Mampu, PDAM Nganjuk Beri Bantuan Instalasi Pipa Air Bersih Gratis untuk Mbah Sojo

NGANJUK, srjatim.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Nganjuk Tirta Wilis menunjukkan aksi nyata untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Hal itu diwujudkan melalui pemberian bantuan instalasi pipa air bersih secara gratis kepada Sojo (66) warga Desa Sugihwaras Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, yang dinilai perlu uluran tangan dari orang lain.

Tak hanya memberikan fasilitas bebas biaya pemasangan instalasi pipa air bersih, bantuan ini juga memberikan fasilitas biaya langganan bulanan gratis.

Direktur Utama PDAM Tirta Wilis Kabupaten Nganjuk, Radityo Aryo Nugroho menjelaskan, bantuan ini sengaja dihadirkan sebagai upaya untuk membantu warga Kabupaten Nganjuk yang membutuhkan.

“PDAM Tirta Wilis sebagai bagian dari masyarakat Nganjuk ingin hadir langsung membantu warga Kabupaten Nganjuk yang membutuhkan. Jadi nanti bebas biaya pemasangan sekaligus bebas biaya langganan,” kata Radityo.

Lebih lanjut Radityo mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk warga masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Ia berharap, dengan disalurkannya bantuan ini, penerima manfaat dapat dengan mudah mengakses air bersih namun tetap ringan dengan dibebaskannya biaya langganan.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kami. Dengan bantuan ini, harapan kami penerima manfaat dapat mengakses air bersih, namun tetap ringan beban bulanannya,” kata Radityo.

Penerima manfaat bantuan, Sojo, mengungkapkan bahwa dirinya merasa bersyukur atas bantuan yang telah diberikan kepadanya.

Menurut Sojo, bantuan ini bukan hanya dapat meringankan bebannya selama ini, namun juga dapat lebih menjamin kualitas air yang dikonsumsinya setiap hari.

“Alhamdulillah, dulu belum punya air PDAM, sekarang sudah ada bantuan ini saya bisa menikmati air bersih yang kualitasnya pastinya lebih bagus,” ungkap Sojo.

Untuk diketahui, Sojo selama ini telah hodup dalam kondisi serba terbatas, baik secara finansial maupun akses terhadap sumber daya.

Selama hampir 20 tahun, Sojo hidup di dalam rumah yang nyaris roboh, tanpa ada akes listrik maupun air yang layak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *