Gelar Mukernas 9.0 di Surabaya, TDA Dorong Pengusaha di 119 Daerah Perluas Pasar

Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 pada 13–15 Oktober 2026, di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya. Forum itu diikuti sekitar 500 pengurus dari 119 daerah di Indonesia.

SURABAYA, SRJATIM.CO.ID – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 pada 13–15 Oktober 2026, di Hotel Mercure Grand Mirama, Surabaya. Forum itu diikuti sekitar 500 pengurus dari 119 daerah di Indonesia.

Melalui forum tersebut, Komunitas Pengusaha TDA mendorong pengusaha daerah emakin kompetitif dengan memperkuat kapasitas bisnis, memanfaatkan teknologi, dan memperluas akses pasar.

Penguatan jejaring usaha lintas wilayah menjadi salah satu strategi Komunitas Pengusaha TDA untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi bagi pelaku usaha lokal.

Bacaan Lainnya

Presiden TDA 9.0 Ferdian Brilian mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional semestinya tidak hanya tercermin dari angka-angka makro, tetapi juga membuka ruang bagi semakin banyak pengusaha untuk berkembang.

Menurut Ferdian, tantangan pengusaha saat ini tidak sebatas persoalan permodalan. Penguatan kapasitas, produktivitas, akses pasar, pemanfaatan teknologi, hingga kemitraan juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

“Pertumbuhan ekonomi harus semakin mampu melahirkan pengusaha yang ikut tumbuh. Tantangannya bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperkuat kapasitas, produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, serta kemitraan,” ujarnya.

TDA menilai, setiap daerah memiliki potensi dan produk unggulan yang bisa dikembangkan. Namun, potensi tersebut belum tentu mampu berkembang maksimal apabila pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan jaringan, akses pemasaran, maupun kemampuan mengelola bisnis.

Karena itu, pengurus TDA di tingkat wilayah dan daerah didorong menjadi penghubung antara kebutuhan pengusaha lokal dan peluang yang tersedia di tingkat nasional. Peran tersebut dijalankan melalui fungsi penghubung, fasilitator, dan penggerak ekosistem bisnis.

Ketua Pelaksana Mukernas TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development Ichlasul Amal Rangga Winata menegaskan, komunitas pengusaha harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggotanya, bukan sekadar menjadi ruang pertemuan.

“Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak,” katanya.

Melalui jejaring lintas daerah, TDA berupaya mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai mitra, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, korporasi, perguruan tinggi, hingga penyedia teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama bisnis sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Perkuat Kapasitas dan Teknologi

Selain membangun jaringan usaha, TDA memperkuat kemampuan pengusaha melalui TDA Academy. Program tersebut mencakup pembelajaran manajemen bisnis, keuangan, pemasaran, kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi dan kesiapan meningkatkan skala usaha.

Chief Entrepreneur Development TDA 9.0 Dedy Syandera Putera menyebut, peluang pasar tidak akan otomatis menghasilkan pertumbuhan apabila tidak diimbangi kemampuan pengusaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.

“Peluang tidak otomatis menjadi pertumbuhan jika kapasitas pengusahanya tidak ikut berkembang,” tegasnya.

Di sisi lain, TDA mengembangkan TDA One sebagai platform konektivitas yang dirancang untuk mempertemukan pengusaha dengan informasi, kebutuhan bisnis, akses pasar, serta peluang kolaborasi.

Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0 Arif Wicaksono Pramunagoro menekankan, digitalisasi seharusnya tidak berhenti pada penggunaan platform atau teknologi semata. Pemanfaatannya harus mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.

“Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif,” ujarnya.

Mukernas TDA 9.0 mengusung tema Memperluas Dampak Wirausaha bagi Ekonomi Nasional melalui Penguatan Bisnis dan Kemitraan Usaha Berbasis Teknologi. Forum tersebut menjadi momentum untuk menerjemahkan arah organisasi di tingkat nasional ke dalam program kerja yang sesuai dengan kebutuhan anggota di daerah.

Secretary General TDA 9.0 Hendy Windardy menegaskan, keberhasilan program organisasi tidak cukup diukur dari perencanaan atau pelaksanaan kegiatan. Manfaat yang dirasakan langsung oleh anggota menjadi tolok ukur penting.

“Strategi baru berarti ketika diterjemahkan menjadi eksekusi yang terukur dan manfaatnya dirasakan member,” katanya.

Melalui penguatan kapasitas, konektivitas, dan kemitraan usaha, TDA berharap pelaku usaha di berbagai daerah mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas pasar. Dengan demikian, jaringan komunitas tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan bisnis yang lebih luas.

Ferdian menegaskan, pengusaha perlu tumbuh bersama melalui kolaborasi dan pemanfaatan peluang yang tersedia.

“Kita ingin pengusaha saling terkoneksi, kapasitasnya meningkat, pasarnya semakin luas, dan semakin banyak kolaborasi yang lahir. Ekonomi tumbuh, pengusaha juga harus ikut tumbuh,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *