JOMBANG, SRJATIM.CO.ID – Mobil Suzuki Espresso nopol S milik Ahmad Fadil, (83), tersangkut di atas pagar rumah tetangga di Jalan Gubernur Suryo, Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Minggu (11/10/2026).
Pensiunan pegawai BUMN itu mengakui insiden tersebut terjadi akibat kekeliruannya menginjak pedal gas saat hendak menginjak rem ketika memundurkan mobil dari garasi.
Fadil mengaku, saat itu dirinya hendak bepergian ke rumah keponakannya di Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo. Namun, posisi mobil yang kurang ideal saat hendak keluar dari garasi, ditambah kondisi dirinya yang agak terburu-buru, membuatnya kehilangan kendali.
“Memang awalnya posisi mobil kurang bagus. Terus saya agak terburu-buru. Maksud saya ingin menginjak rem, keliru gas, akhirnya naik ke pagar,” ungkap Fadil saat ditemui di kediamannya.
Ia mengaku tidak menyangka mobilnya justru melaju hingga bagian belakangnya tersangkut di atas pagar rumah tetangga. Fadil merasa telah menginjak pedal rem, tetapi ternyata pedal gas yang tertekan.
“Saya tidak menyangka. Perasaan saya menginjak rem, kok malah yang terinjak gas,” imbuhnya.
Di balik insiden tersebut, Fadil mengungkapkan bahwa dirinya sempat berhenti mengemudikan mobil selama sekitar 10 tahun. Ia baru kembali belajar menyetir sekitar satu bulan terakhir dengan mengikuti kursus mengemudi untuk mengasah kembali keterampilannya.
“Kurang lebih 10 tahunan saya sudah vakum dari aktivitas mengemudi mobil. Baru-baru ini, sekitar satu bulan, saya mulai belajar lagi dengan kursus mengemudi sambil mengingat-ingat,” jelasnya.
Selama ini, Fadil lebih sering menggunakan jasa sopir langganan ketika bepergian jarak jauh. Sementara untuk perjalanan dekat, terutama di dalam kota atau saat mengunjungi rumah keponakannya, ia terkadang memilih mengemudikan mobil sendiri.
Saat kejadian, Fadil mengaku berada seorang diri di dalam kendaraan. Ia juga memastikan insiden tersebut bukan disebabkan kerusakan sistem pengereman. Menurut dia, mobil yang dikendarainya tergolong baru dan kondisi rem masih berfungsi dengan baik.
“Dari insiden itu saya keliru injak pedal dan bukan karena gangguan rem mobil saya,” tegasnya.
Usai kejadian, sejumlah warga sempat berinisiatif membantu mengevakuasi mobil yang tersangkut di pagar. Namun, Fadil meminta agar proses tersebut tidak dilakukan terburu-buru. Ia khawatir penanganan yang kurang tepat justru menimbulkan kerusakan lebih parah pada kendaraannya.
Evakuasi akhirnya dilakukan dengan melibatkan petugas Satlantas Polres Jombang, pegawai bengkel, dan warga setempat. Mereka menggunakan bambu berukuran besar untuk membantu mengangkat posisi mobil hingga akhirnya berhasil terlepas dari pagar.
Setelah berhasil dievakuasi, mobil tersebut langsung dibawa ke bengkel untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Fadil menyebut bagian kendaraan yang mengalami kerusakan adalah knalpot yang tertekan hingga bengkok akibat posisi mobil saat tersangkut.
“Usai kejadian itu sebenarnya banyak tetangga saya yang ingin segera mengevakuasi langsung. Namun, saya larang. Kalau penanganannya keliru, bisa rusak banyak. Kita tunggu dulu petugas bengkelnya dan akhirnya mobil diangkat pakai bambu, dibantu warga, kemudian bisa terangkat dan langsung dibawa ke bengkel,” pungkasnya.
















