APTRI Magetan Deklarasikan Dukungan Swasembada Gula Nasional 2026, Siap Tingkatkan Produktivitas Tebu

MAGETAN, srjatim.co.id – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Magetan menyatakan komitmennya untuk mendukung Program Swasembada Gula Nasional pada Musim Giling Tebu Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui deklarasi yang digelar di Sekretariat APTRI Kabupaten Magetan, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 25 orang itu diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota APTRI Kabupaten Magetan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua APTRI Kabupaten Magetan Sudaryanto, Sekretaris APTRI Suyono, Bendahara APTRI Sutrisno, Koordinator Acara Yahya Ari, serta para anggota organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua APTRI Kabupaten Magetan, Sudaryanto, menegaskan bahwa petani tebu memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor gula.

«”APTRI Kabupaten Magetan menyatakan komitmen penuh dalam mendukung Program Swasembada Gula Nasional melalui peningkatan produktivitas tebu rakyat pada musim giling tahun 2026. Petani tebu merupakan ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, pabrik gula, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sudaryanto.»

Ia mengatakan, peningkatan produksi gula nasional harus dibarengi dengan penerapan budidaya tebu yang baik, penggunaan bibit unggul, serta pendampingan kepada petani agar kualitas hasil panen semakin meningkat.

«”Kami siap mengajak seluruh petani tebu menjaga kualitas hasil panen agar mampu meningkatkan daya saing industri gula nasional. Kami juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan melalui kebijakan yang berpihak kepada petani, ketersediaan pupuk, perbaikan irigasi, dan stabilitas harga gula,” katanya.»

Sementara itu, Sekretaris APTRI Kabupaten Magetan, Suyono, menilai keberhasilan swasembada gula nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak.

«”Peningkatan produktivitas tebu harus didukung modernisasi alat pertanian, efisiensi proses panen, dan optimalisasi musim giling. Kerja sama antara petani tebu, pabrik gula, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menjadi kunci keberhasilan swasembada gula nasional,” ujar Suyono.»

Menurutnya, APTRI juga akan terus mendorong anggotanya menerapkan praktik budidaya tebu yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

«”Kami juga berharap adanya perlindungan terhadap petani dari gejolak harga serta masuknya gula impor agar kesejahteraan petani semakin meningkat. Kami optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai apabila seluruh pihak bekerja sama secara konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.»

Pada kesempatan tersebut, seluruh peserta membacakan deklarasi dukungan terhadap Program Swasembada Gula Nasional Tahun 2026. Dalam deklarasi itu, APTRI Kabupaten Magetan menegaskan kesiapan mendukung program pemerintah melalui peningkatan produktivitas, kualitas hasil tebu, serta penguatan sinergi antara petani, pemerintah, dan industri gula guna mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu Indonesia.

Usai pembacaan deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers Ketua APTRI Kabupaten Magetan, sesi foto bersama seluruh peserta, serta ramah tamah. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

APTRI Kabupaten Magetan berharap deklarasi tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat komitmen petani tebu untuk mendukung kebijakan pemerintah sekaligus meningkatkan produktivitas tebu rakyat demi tercapainya target Swasembada Gula Nasional Tahun 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *