NGANJUK, SRJATIM.CO.ID – Keluhan petani terkait tersendatnya aliran irigasi tak dibiarkan berlarut. Laporan warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, melalui layanan Smart City langsung mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Respons cepat tersebut diwujudkan dengan penanganan dan normalisasi siphon irigasi yang mengalami penyumbatan. Pembersihan dilakukan untuk mengembalikan kelancaran distribusi air ke lahan pertanian warga.
Kepala Desa Sambiroto Achmad Syarif mengatakan, kondisi siphon yang tersumbat sebelumnya menghambat aliran air menuju sejumlah lahan pertanian. Sedimen lumpur, gulma, hingga sampah menjadi salah satu penyebab aliran air tidak maksimal.
“Siphon ini sangat penting bagi pengairan sawah petani. Ketika tersumbat, dampaknya langsung dirasakan warga, terutama petani yang membutuhkan pasokan air untuk lahannya,” ujar Syarif, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Syarif, penanganan yang dilakukan Dinas PUPR menjadi solusi atas persoalan tersebut. Setelah dilakukan normalisasi, aliran air diharapkan kembali lancar sehingga distribusi air ke lahan pertanian bisa lebih merata.
Dia menjelaskan, siphon merupakan bagian penting dalam sistem jaringan irigasi. Bangunan tersebut berfungsi mengalirkan air melewati bagian bawah saluran lain maupun sungai. Karena itu, ketika terjadi penyumbatan, aliran air dapat terganggu dan berpotensi menyebabkan ketimpangan distribusi air.
“Normalisasi ini sangat membantu. Air yang sebelumnya terhambat bisa kembali mengalir dengan baik,” katanya.
Syarif menambahkan, normalisasi siphon bukan hanya berkaitan dengan kelancaran pengairan. Langkah tersebut juga penting untuk mencegah munculnya persoalan lain, seperti genangan di bagian hulu maupun kekurangan air di wilayah hilir.
Dengan saluran yang kembali normal, sawah-sawah petani, termasuk yang berada di bagian ujung jaringan irigasi, diharapkan memperoleh pasokan air yang cukup untuk menunjang masa tanam.
Selain itu, pembersihan siphon juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi luapan air ketika hujan dengan intensitas tinggi. Saluran yang tersumbat berisiko membuat air tertahan dan meluap hingga menggenangi persawahan maupun permukiman warga.
“Harapannya, dengan kondisi siphon yang bersih dan aliran air lancar, petani bisa lebih tenang dalam mengelola sawah. Ini juga penting untuk mencegah genangan yang bisa merusak tanaman,” jelasnya.
Syarif pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta Dinas PUPR yang dinilai cepat merespons laporan masyarakat melalui layanan Smart City.
“Kami, Pemerintah Desa Sambiroto bersama para petani, mengucapkan banyak terima kasih atas respons cepat Bupati Nganjuk Kang Marhaen dan Dinas PUPR Nganjuk. Kepedulian seperti ini sangat berarti bagi petani,” pungkasnya.

















