Kunjungi Dapur MBG Ponpes Mojosari Nganjuk, Menko Zulhas Apresiasi Standar Dapur

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hazan memberi sambutan pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Mojosari, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. (Foto: SRJATIM.CO.ID)

NGANJUK, SRJATIM.CO.ID – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kesiapan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren (Ponpes) Mojosari, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk pada Minggu (25/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat, di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret.

Pantauan SRJATIM.CO.ID, saat mengunjungi dapur MBG Yayasan Al Mardliyah Ponpes Mojosari sekitar pukul 10.30 WIB, Zulhas didampingi pengasuh yayasan KH Musyaffa Fauzi. Ia mengecek langsung sejumlah area dapur untuk melihat kesiapan fasilitas dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Bacaan Lainnya

Hasil peninjauan itu mendapat apresiasi dari Zulhas. Menurutnya, fasilitas dapur yang dikelola yayasan tersebut sudah memenuhi standar yang diharapkan.

“Kalau dapur yang di sini sudah baik,” ujarnya.

Namun, Zulhas tidak menampik bahwa pelaksanaan MBG secara keseluruhan masih membutuhkan pembenahan. Salah satu pekerjaan rumah yang menjadi perhatian pemerintah adalah pemerataan penerima manfaat, agar program tersebut dapat menjangkau masyarakat sesuai sasaran.

Pemerintah, kata Zulhas, terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaat program MBG bisa dirasakan lebih luas.

“Namun kami di pemerintah senantiasa berbenah. Agar program MBG ini dapat dirasakan manfaatnya,” imbuhnya.

Persoalan kapasitas juga menjadi perhatian di Ponpes Mojosari. Pengasuh Yayasan Al Mardliyah Ponpes Mojosari, KH Muhammad Muhibbin Nur atau Gus Ibin, mengungkapkan bahwa dapur MBG yang saat ini beroperasi baru mampu menyediakan sekitar 2.000 porsi setiap hari.

Padahal, jumlah santri di lingkungan yayasan tersebut mencapai sekitar 5.000 orang dari berbagai jenjang pendidikan. Artinya, kapasitas dapur yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan santri.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, pihak yayasan tengah membangun dapur baru. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan penerima manfaat MBG di lingkungan pesantren.

“Insya Allah ikhtiar dari kami,” kata Gus Ibin.

Kunjungan Zulhas ke Ponpes Mojosari berlangsung bersamaan dengan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama jajaran pemerintah daerah.

Sebelum mengunjungi Ponpes Mojosari, Zulhas terlebih dahulu mendatangi Kantor Desa Kwagean, Kecamatan Loceret. Di lokasi tersebut, dia menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat.

Bantuan yang disalurkan mencapai 30 kilogram beras untuk setiap kepala keluarga (KK) yang masuk kelompok desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Zulhas menjelaskan, bantuan tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yakni Oktober, November, dan Desember 2026. Dengan demikian, setiap keluarga menerima jatah setara 10 kilogram beras per bulan.

“Beras 30 kilogram ini adalah bantuan pemerintah untuk tiga bulan. Atau 10 kg bantuan untuk setiap bulannya. Namun diberikan sekaligus tiga bulan pada tahap III ini. Yaitu bulan Oktober, November, Desember,” jelasnya.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Bidang Pangan tersebut. Dia berharap penyaluran bantuan beras dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang berhak menerima.

“Terima kasih atas kehadirannya di Nganjuk. Insya Allah bermanfaat bagi masyarakat penerima,” pungkas Marhaen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *