Danrem Resmikan Masjid Al Hikmah di Kawasan Relokasi Korban Longsor Ngetos

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto meresmikan Masjid Al-Hikmah, di tengah kawasan relokasi korban longsor di Dusun Wonoasri, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Kamis (8/10/2026) foto: Korem 081/DSJ

NGANJUK, SRJATIM.CO.ID – Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto meresmikan Masjid Al-Hikmah, di tengah kawasan relokasi korban longsor di Dusun Wonoasri, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Kamis (8/10/2026).

Kolonel Untoro tampak didampingi Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti dan Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro. Peresmian tempat ibadah tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Kehadiran masjid tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di kawasan relokasi yang sebelumnya merupakan warga terdampak bencana tanah longsor di wilayah Ngetos pada 2021 yang mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

“Warga di sini awalnya merupakan warga Dusun Selopuro yang terdampak bencana tanah longsor di Ngetos. Pascabencana tersebut, sekitar 44 kepala keluarga (KK) kemudian direlokasi ke tempat yang lebih aman di Dusun Wonoasri ini,” kata Kolonel Untoro usai peresmian.

Seiring perkembangannya, kawasan relokasi tersebut kini telah dihuni sekitar 54 KK dengan 48 rumah yang telah berdiri. Namun, di tengah berkembangnya permukiman, kebutuhan akan sarana ibadah yang layak masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Warga sebelumnya hanya menggunakan sebuah musala kecil yang kondisinya kurang memadai, dengan sebagian ruang berada di area terbuka. Karena itu, muncul keinginan masyarakat untuk memiliki tempat ibadah yang jauh lebih layak,” lanjutnya.

Kini, harapan tersebut telah terwujud melalui berdirinya Masjid Al Hikmah. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid tersebut juga memiliki halaman parkir yang cukup luas dan menjadi satu-satunya masjid di kawasan tersebut dengan fasilitas semacam itu.

Danrem berharap masjid tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, masjid hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kegiatan positif lainnya, terutama yang dapat memberikan manfaat bagi generasi muda.

“Yang paling penting bukan hanya membangun masjidnya, tetapi bagaimana kita bersama-sama memakmurkannya. Semoga dari masjid ini akan lahir generasi-generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *