NGANJUK, srjatim.co.id – Tumpukan sampah di sejumlah titik saluran irigasi menjadi perhatian tim gabungan pemeliharaan jaringan irigasi di wilayah Mrican Kiri, Kabupaten Nganjuk. Upaya pembersihan dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi air ke lahan pertanian sekaligus mengantisipasi potensi banjir lokal.
Pemeliharaan saluran irigasi tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026), mulai sekitar pukul 07.30 WIB. Kegiatan melibatkan tenaga Operasional dan Pemeliharaan (OP) BBWS, URC Jogotirto, serta UPTD PSDA Mrican Kiri.
Tim gabungan menyasar saluran irigasi akhir sekunder B12 KW93 atau saluran BKH6 di wilayah Nganjuk. Pembersihan juga dilakukan di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi rawan penumpukan sampah hingga menyerupai terminal akhir sampah.
Pelaksanaan di lapangan dikawal Aris dari UPTD bersama Korlap OP Irigasi Mrican Kiri, Avan. Puluhan petugas URC Jogotirto turut diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan saluran.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran antara lain saluran SK BP Aktif Sambiroto, Sumurpandan Baron, Kurungrejo B11, Malangsari B15, Pilangbangu B21, Banjaranyar B15, hingga saluran B12 wilayah Kelurahan Gemarangan.
Sampah yang ditemukan didominasi limbah rumah tangga berupa plastik. Selain itu, petugas juga mendapati ranting pohon, potongan bambu, serta berbagai material limbah lainnya yang berpotensi menghambat laju aliran air.
Aris mengatakan, pembersihan saluran merupakan bagian dari pemeliharaan rutin sekaligus langkah antisipasi terhadap berbagai persoalan yang dapat muncul akibat saluran tersumbat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di dekat saluran irigasi, agar tidak membuang sampah ke saluran,” ujarnya.
Menurut dia, sampah yang masuk ke jaringan irigasi tidak hanya mengganggu aliran air, tetapi juga berpotensi terbawa hingga area persawahan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat merugikan petani.
“Jangan sampai sampah-sampah tersebut masuk ke area persawahan karena justru sangat membahayakan dan merugikan para petani,” tegasnya.
Aris menambahkan, kegiatan kolaborasi antara tenaga OP BBWS, URC Jogotirto, dan UPTD PSDA Mrican Kiri akan terus dilakukan.
Terutama pada titik-titik yang teridentifikasi rawan mengalami penumpukan sampah.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga fungsi jaringan irigasi tetap optimal, sehingga pasokan air ke lahan pertanian warga berjalan lancar. Di sisi lain, kondisi saluran yang bersih juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko genangan akibat tersendatnya aliran air.

















