NGANJUK, SRJATIM.CO.ID – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Nganjuk bakal berlangsung semarak dan kolosal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan puluhan ribu santri, pelajar hingga masyarakat umum.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, rangkaian HSN 2026 di Nganjuk dimulai pada 13 September 2026 hingga 1 November 2026.
Beragam agenda disiapkan, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, keagamaan, sosial, hingga kegiatan olahraga dan ekonomi kerakyatan.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, HSN menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan daerah. Karena itu, perayaannya tidak hanya diarahkan pada kegiatan seremonial, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kang Marhaen, sapaan akrabnya, menyebut rangkaian kegiatannya antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pondok pesantren serta pelayanan administrasi kependudukan secara gratis dengan sistem jemput bola.
“Semangat Hari Santri Nasional harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kang Marhaen, Minggu (4/10/2026).
Rangkaian kegiatan semakin padat memasuki Oktober. Pada 15, 21, 26, 27, dan 31 Oktober 2026, Pemkab Nganjuk bakal menggelar pelayanan adminduk gratis yang mencakup KIA, KTP, Identitas Kependudukan Digital (IKD), KK, akta kelahiran hingga akta kematian.
Pelayanannya menyasar sejumlah desa dan pondok pesantren. Di antaranya Desa Kecubung, Ponpes Al Huda Bonggah Ploso, Ponpes Zainul Arifin Winongsari Ploso, Desa Kemaduh Baron, Ponpes Modern Al Islam Kapas Sukomoro, hingga kawasan Alun-Alun Nganjuk.
Tak kalah meriah, kegiatan pawai ta’aruf dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh kecamatan pada 18 Oktober. Kegiatan tersebut ditargetkan melibatkan sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di 20 kecamatan.
Sehari sebelumnya, bakal digelar lomba mewarnai tingkat TK/RA juga ditargetkan diikuti sekitar 10 ribu peserta di Taman Rekreasi Anjuk Ladang.
Adapun luncak peringatan HSN jatuh pada 22 Oktober 2026 yang diperingati dengan pacara dan pentas drama kolosal di Alun-Alun Nganjuk. Sehari sebelumnya, pada malam 21 Oktober 2026, masyarakat di 20 kecamatan akan mengikuti istighotsah dan doa bersama yang dimulai pukul 19.00 WIB.
Tidak berhenti di situ, Pemkab Nganjuk juga menyiapkan Santri Youth Creative Festival pada 24 Oktober hingga 1 November di GOR Bung Karno, Begadung. Agenda tersebut dikemas dengan pasar rakyat, lomba santri tradisional, pelayanan perizinan, e-sport, festival busana muslim, hingga lomba rebana.
Ada pula kegiatan yang menyatukan ulama dan umaro melalui ngonthel bareng yang ditargetkan diikuti sekitar 20 ribu peserta pada 24–25 Oktober.
Lebih lanjut Kang Marhaen mengatakan, rangkaian HSN juga menyentuh aspek lingkungan. Pada 30 Oktober 2026 mendatang, Pemkab Nganjuk menargetkan penanaman 10 ribu pohon di kawasan Lereng Wilis dan Pomosda.
Sebagai penutup rangkaian, jalan sehat yang melibatkan sekitar 75 ribu santri bakal digelar pada 31 Oktober 2026 di Alun-Alun Nganjuk. Di mana, akan dirangkai dengan cek kesehatan gratis, gelar pangan murah, serta layanan AK1.
Kang Marhaen berharap seluruh rangkaian HSN 2026 menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara santri, ulama, pemerintah, dan masyarakat.
“Santri harus terus mengambil bagian dalam kemajuan daerah. Semangatnya bukan hanya untuk memperingati Hari Santri, tetapi bagaimana nilai-nilai perjuangan, gotong royong, dan kepedulian itu terus hidup dalam kehidupan masyarakat,” pungkas Kang Marhaen.

















