Tiga Hari Salurkan Air Bersih, PDIP Nganjuk Turun ke Dua Wilayah Terdampak Krisis Air

PDIP Nganjuk salurkan bantuan air bersih ke titik lokasi yang dilanda kekeringan (ist)

NGANJUK, srjatim.co.id – Kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang kian dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk. Merespons kondisi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

Bakti sosial penyaluran air bersih itu digelar selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, 6 sampai 8 September 2026. Sasaran bantuan berada di Dusun Sendanggogor, Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, serta Desa Pulowetan, Kecamatan Jatikalen.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian partai terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Terutama warga yang tengah menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.

Menurut Marhaen, gotong royong harus diwujudkan dalam aksi konkret. Tidak hanya menjadi semangat yang disampaikan dalam berbagai kegiatan, tetapi hadir langsung di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Air adalah kebutuhan utama kehidupan. Karena itu, ketika masyarakat membutuhkan, kami berupaya hadir dan bergerak bersama untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya.

Penyaluran air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, mulai untuk keperluan rumah tangga hingga kebutuhan dasar lainnya.

Marhaen menegaskan, kehadiran PDI Perjuangan di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk terus membangun kedekatan dengan rakyat.

“Bergerak bersama, hadir di tengah rakyat. Semoga bantuan ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk Setyaningrum turut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut.

Ia menyebut persoalan ketersediaan air bersih tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa. Air merupakan kebutuhan mendasar yang sangat menentukan aktivitas dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Karena itu, kata dia, kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih harus terus diperkuat melalui semangat gotong royong.

“Bakti sosial ini menjadi bagian dari kepedulian kami kepada masyarakat. Harapannya, bantuan air bersih ini bisa sedikit meringankan kebutuhan warga di tengah keterbatasan yang mereka hadapi,” pungkas Setyaningrum.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *