Ngluyu Dilanda Kekeringan, Komunitas Nganjuk Peduli Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Puluhan Warga Terdampak

Relawan Nganjuk peduli saat melakukan dropping air bersih di Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu (ist)

NGANJUK, srjatim.co.id – Musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah daerah di Kabupaten Nganjuk mengalami kekeringan ekstrem hingga krisis air bersih.

Salah satunya yang dihadapi warga Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu, yang saat ini menghadapi keterbatasan air bersih sehingga kebutuhan air menjadi persoalan yang mendesak.

Aksi solidaritas merespons krisis air bersih ditunjukkan oleh komunitas sosial Nganjuk Peduli Sesama. Para relawan sosial ini menyalurkan 20.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Gurit, Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (13/9/2026).

Bacaan Lainnya

Bantuan didistribusikan secara bertahap menggunakan empat truk tangki untuk meringankan beban 20 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Gurit.

“Begitu menerima laporan dari salah satu anggota komunitas kami yang juga warga Dusun Gurit mengenai krisis air bersih, kami langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan anggota komunitas dan BPBD Kabupaten Nganjuk untuk bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan,” ungkap Supadi, Ketua Komunitas Nganjuk Peduli Sesama.

Ia menegaskan bahwa persoalan air bersih tidak bisa dianggap sepele. Sebab, air merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat setiap hari, sementara kondisi kemarau membuat ketersediaannya semakin terbatas di sejumlah wilayah.

“Alhamdulillah usai berkoordinasi, kami langsung melakukan asesmen di Dusun Gurit. Di sana ada sebanyak 20 KK yang terdampak bencana kekeringan karena sumur warga yang mengering. Karena air merupakan kebutuhan pokok, untuk saat ini kita menyalurkan 20.000 liter air bersih yang akan didistribusikan secara bertahap. Dan untuk para dermawan, kami juga telah membuka open donasi untuk membantu saudara kita yang terdampak bencana kekeringan,” ujar Supadi, Ketua Komunitas Nganjuk Peduli.

Bakti sosial air bersih ini disambut gembira oleh warga Dusun Gurit. Kharip (52), salah satu warga setempat, mengaku bahwa bencana kekeringan ini sudah dirasakan warga sejak dua bulan terakhir.

Sebelumnya, warga masih mengandalkan air dari sumur bor milik salah satu warga dengan sistem iuran. Namun, karena musim kemarau yang berkepanjangan, air sumur bor tersebut sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan warga setempat.

“Selama ini kalau membutuhkan air bersih kami harus membeli dari pemilik sumur bor. Namun saat ini air sumur bor itu sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan warga. Kalau ada bantuan seperti ini tentu sangat membantu warga,” ungkap Kharip.

Warga berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan selama musim kemarau. Sebab, keterbatasan sumber air membuat masyarakat harus mencari berbagai cara agar kebutuhan air untuk memasak, minum, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya tetap terpenuhi.

Warga juga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat terus memberikan bantuan hingga kondisi sumber air kembali normal.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Komunitas Nganjuk Peduli atas bantuan air bersih ini. Harapannya bantuan air bersih ini terus ada selama musim kemarau, karena kami masih kesulitan mendapatkan air,” ujar Kharip.

Masyarakat juga berharap persoalan kekeringan tidak hanya ditangani melalui bantuan air bersih, tetapi ke depan ada solusi jangka panjang agar warga Dusun Gurit tidak lagi mengalami kesulitan air setiap musim kemarau.

Penyaluran bantuan berlangsung aman dan lancar. Komunitas Nganjuk Peduli berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah ancaman kemarau yang semakin terasa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *