NGANJUK, srjatim.co.id – Krisis air bersih yang melanda warga Dusun Kedungringin dan Dusun Tondowesi, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, mendapat perhatian DPC Partai Gerindra Kabupaten Nganjuk.
Setelah sekitar dua bulan warga bergulat dengan kekeringan, sebanyak 24 ribu liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan tersebut disalurkan setelah DPC Gerindra Nganjuk menerima informasi mengenai kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, sebagian warga sebelumnya terpaksa mengandalkan genangan atau kubangan di aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, meski kebersihannya tidak dapat dipastikan.
Ketua DPC Partai Gerindra Nganjuk Jianto mengatakan, pihaknya tidak ingin berpangku tangan melihat masyarakat menghadapi kesulitan akibat musim kemarau. Ia langsung mengomando jajaran Gerindra untuk turun ke lokasi dan membantu warga.

“DPC Gerindra Nganjuk tidak berpangku tangan. Kami akan terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan, sesuai semangat Kompak, Bergerak, Berdampak,” ujar Jianto dalam keterangan persnya, Minggu (13/9/2026).
Medan menuju kawasan terdampak kekeringan disebut Jianto tidak mudah. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah jajaran Gerindra Nganjuk untuk mengantarkan bantuan air bersih hingga ke permukiman warga.
Kedatangan armada pembawa air pun disambut antusias. Warga membawa berbagai wadah untuk menampung air yang akan digunakan bagi kebutuhan rumah tangga.
Jianto mengatakan, bantuan tersebut bukan sekadar aksi sekali jalan. Jianto menyebut DPC Gerindra Nganjuk berkomitmen melakukan penyaluran air bersih secara berkala selama masyarakat masih membutuhkan bantuan.
Sementara itu, warga berharap persoalan kekeringan tidak hanya ditangani melalui distribusi air bersih. Mereka menginginkan adanya solusi jangka panjang agar tidak kembali mengalami kesulitan serupa setiap musim kemarau.
Sutomo, salah satu warga Dusun Kedungringin, berharap pemerintah dapat membangun sumur bor atau sumber air permanen di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan sumber air yang memadai akan menjadi jawaban atas persoalan yang berulang setiap tahun.
“Semoga pemerintah daerah segwra membangun sumur permanen di dusun kami,” ujar Sutomo.
Harapan serupa mendapat perhatian anggota DPRD Nganjuk dari Dapil 2 Fraksi Gerindra, Kamto. Ia mengaku prihatin setelah mengetahui sebagian warga masih harus mencari air dari kubangan di aliran sungai.
Kamto mengatakan, selain terus membantu melalui distribusi air bersih, dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan stakeholder untuk mendorong pembangunan sumur bor di wilayah Kedung Ringin dan Tondowesi.
“Harapan masyarakat untuk adanya sumur bor akan kami koordinasikan dengan stakeholder dan pihak-pihak terkait. Harapannya, ada solusi permanen sehingga warga tidak terus mengalami kesulitan air saat musim kemarau,” pungkas Kamto.

















