Marhaen Djumadi Masuk Radar Bursa Pilgub Jatim 2029, Dinilai Punya Modal Politik Lintas Kelompok

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang juga kader PDIP masuk bursa Pilgub Jatim 2029

NGANJUK, srjatim.co.id – Peta persaingan menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2029 mulai menjadi perhatian. PDIP bahkan telah memasang target merebut kursi gubernur sekaligus memenangkan pemilihan legislatif. Sejumlah kepala daerah yang kini menjadi kader partai berlambang banteng pun disebut sebagai stok kepemimpinan untuk kontestasi mendatang.

Salah satu nama yang dinilai memiliki peluang adalah Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Ketua DPD PDIP Jawa Timur Said Abdullah sebelumnya menyampaikan target partainya untuk memenangkan Pilgub Jatim 2029. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga menyebut partai memiliki sejumlah figur potensial dari kalangan kepala daerah maupun anggota DPR RI.

Bacaan Lainnya

Marhaen menjadi salah satu figur yang menarik perhatian karena tidak hanya memiliki pengalaman sebagai kepala daerah, tetapi juga merupakan kader lama PDIP yang kini dipercaya memimpin DPC PDIP Nganjuk.

Tokoh masyarakat Jawa Timur, Dr Wahju Prijo Djarmiko, menilai Marhaen memiliki modal yang cukup untuk dipertimbangkan dalam bursa kepemimpinan Jawa Timur.

Menurut Wahju, kekuatan Marhaen bukan semata pada popularitas. Lebih dari itu, dia melihat Marhaen memiliki kemampuan sebagai political integrator atau figur yang mampu mempertemukan berbagai kelompok dengan kepentingan berbeda.

“Bukan semata-mata karena beliau seorang tokoh yang paling populer, tapi juga saya lihat sebagai political integrator yang kiranya mampu menyatukan struktur politik, kelompok keagamaan, dunia usaha, birokrasi, daerah, dan generasi muda, LSM dan media sekaligus,” ujar Wahju, Rabu (26/8/2026).

Dia menyebut setidaknya terdapat sejumlah karakter penting yang membuat Marhaen layak diperhitungkan sebagai kandidat pemimpin Jawa Timur.

Salah satunya adalah kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok. Menurut Wahju, karakter masyarakat Jawa Timur yang plural membutuhkan figur yang tidak terlalu melekat pada satu kelompok politik maupun sosial tertentu.

Marhaen, lanjut dia, selama memimpin Nganjuk dinilai mampu membangun komunikasi dengan berbagai elemen, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU) dan jaringan pesantren, Muhammadiyah, kelompok nasionalis, hingga kalangan pengusaha, akademisi, profesional dan generasi muda.

“Jawa Timur sangat plural secara sosial-politik. Figur yang terlalu identik dengan satu partai atau satu kelompok akan memiliki ceiling elektoral. Beliau selama jadi Bupati Nganjuk terbukti bisa diterima di NU dan jaringan pesantren, Muhammadiyah, kelompok nasionalis, dan masyarakat luas,” katanya.

Modal lainnya adalah pengalaman eksekutif. Marhaen sebelumnya menjabat Wakil Bupati Nganjuk sebelum kemudian dipercaya menjadi bupati. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting apabila dirinya harus mengelola pemerintahan dengan cakupan wilayah dan persoalan yang jauh lebih kompleks di tingkat provinsi.

Wahju juga menyoroti visi ekonomi Marhaen. Dia mengaku beberapa kali berdiskusi dengan Marhaen mengenai arah pembangunan ekonomi, mulai dari industrialisasi, hilirisasi, agroindustri, pariwisata, UMKM hingga investasi.

“Selain itu, beliau punya integritas yang terpercaya dan teruji selama memimpin Kabupaten Nganjuk,” imbuhnya.

Dari sisi komunikasi politik, Marhaen juga dinilai memiliki kemampuan menjembatani berbagai kepentingan. Gaya kepemimpinannya dianggap relatif moderat dan tidak mudah terjebak dalam polarisasi.

“Saya yakin beliau mampu menjembatani ‘Jawa Timur lama’ dan ‘Jawa Timur baru’. Beliau tidak terlalu polarizing. Beliau kuat dalam memimpin dan moderat dalam menyatukan yang saling berselisih,” tandas Wahju.

Sementara itu, PDIP saat ini memiliki sejumlah kader yang menduduki posisi kepala daerah di Jawa Timur. Hasto Kristiyanto menyebut keberadaan para kepala daerah tersebut menjadi bagian dari stok kepemimpinan partai menghadapi Pilkada 2029.

“Kami punya 12 kepala daerah, ada juga calon yang muncul dari anggota DPR RI. Kami punya anggota DPR RI yang cukup signifikan, sekitar 19 dari Jawa Timur,” kata Hasto di Surabaya, Minggu (23/8/2026).

Di antara kader PDIP yang kini memimpin daerah di Jatim terdapat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Bupati Malang Sanusi, Bupati Blitar Rijanto, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Selain kepala daerah, terdapat pula kader PDIP yang menjabat wakil kepala daerah di sejumlah wilayah Jatim.

Dengan modal tersebut, nama Marhaen kini mulai disebut sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk radar internal PDIP untuk Pilgub Jatim 2029. Namun, perjalanan menuju panggung tersebut masih panjang. Dinamika politik, keputusan partai, hasil evaluasi kepemimpinan, serta tingkat elektabilitas nantinya akan menjadi penentu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *