WTP Jadi Bukti Akuntabilitas, Baznas Nganjuk Salurkan Beragam Bantuan pada Gebyar Muharam

NGANJUK, srjatim.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk memanfaatkan momentum Gebyar Muharam 1448 Hijriah untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Bertempat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (9/7/2026), ratusan penerima manfaat menerima santunan mulai dari anak yatim piatu, kaum duafa, mualaf, penyandang disabilitas, hingga pelaku UMKM.

Pada kegiatan tersebut, Baznas Nganjuk menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim piatu dan duafa, 79 mualaf, serta penyandang disabilitas. Selain itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk modal usaha bagi pelaku UMKM, pelunasan biaya administrasi pasien Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di RSUD Nganjuk, hingga bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Ketua Baznas Kabupaten Nganjuk, Zainal Arifin, mengatakan seluruh bantuan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dipercayakan masyarakat kepada Baznas.
“Dengan dukungan Bapak Ibu sekalian yang telah membayar ZIS melalui Baznas, pagi hari ini kami dapat melaksanakan kegiatan ini,” ujar Zainal.

Ia menegaskan Baznas berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan mengelola dana ZIS secara profesional, transparan, dan sesuai syariat Islam.

Komitmen itu, lanjut Zainal, dibuktikan dengan capaian Baznas Nganjuk yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil audit Kantor Akuntan Publik pada Juni 2026.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat secara akuntabel,” tegasnya.

Menurut Zainal, terdapat tiga prinsip utama yang menjadi pedoman Baznas dalam menjalankan tugasnya, yakni aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI.

Prinsip syariah memastikan penyaluran zakat tepat sasaran kepada delapan golongan penerima (asnaf). Sementara aman regulasi berarti seluruh program dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan, sedangkan aman NKRI diwujudkan melalui dukungan terhadap program pembangunan pemerintah.

Sepanjang Semester I 2026, Baznas Nganjuk mencatat berbagai capaian. Selain menyalurkan 500 paket santunan bagi yatim piatu dan duafa, Baznas juga membantu perbaikan 32 unit RTLH dengan nilai bantuan Rp20 juta per rumah.

Di sektor ekonomi, sebanyak 53 pelaku UMKM memperoleh bantuan modal usaha agar mampu meningkatkan produktivitas dan kemandirian.
Tak hanya itu, Baznas juga mengalokasikan dana sebesar Rp906 juta untuk membantu masyarakat kurang mampu melunasi tunggakan administrasi pelayanan kesehatan di RSUD Nganjuk.

Program pembinaan mualaf juga terus diperkuat. Selama Januari hingga Juni 2026, sebanyak 90 mualaf menerima bantuan tali asih sebagai bentuk pendampingan sekaligus penguatan keimanan.

“Keberhasilan program-program ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh pihak yang selama ini mempercayakan penyaluran zakat melalui Baznas,” tambah Zainal.

Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengapresiasi kinerja Baznas yang dinilai mampu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam membantu masyarakat.

Menurut Kang Marhaen, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat, terutama dalam program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Kolaborasi dengan pemerintah daerah sudah luar biasa. Kami dorong Baznas terus aktif, termasuk dalam pemberdayaan ekonomi dan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Kang Marhaen berharap Baznas Nganjuk terus melahirkan berbagai program inovatif yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *