NGANJUK, srjatim.co.id – Peristiwa tragis terjadi di jalur rel kereta api Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (22/8/2026). Seorang pria lanjut usia berinisial BI, (83), meninggal dunia setelah tertemper KA 274 Kahuripan relasi Bandung–Blitar.
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 10.15 WIB. Saat kejadian, korban diketahui tengah berjalan menyusuri pinggiran rel dari arah barat menuju timur. Dari arah belakang, KA Kahuripan melintas dengan kecepatan tinggi.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fadjar Kurniadhi mengatakan, tidak ditemukan indikasi kuat bahwa korban sengaja mengakhiri hidup. Sebaliknya, berdasarkan keterangan keluarga dan warga, BI dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah.
“Korban ini rajin ibadah, setiap subuh juga ke musala untuk salat berjamaah. Jadi kalau bunuh diri, kok tidak seharusnya,” ujar Fadjar.
Dugaan sementara, kecelakaan maut tersebut dipicu faktor usia yang membuat kemampuan pendengaran korban menurun. Padahal, sejumlah warga dan petani yang berada di area persawahan sekitar lokasi sempat melihat kereta melaju dan berusaha memperingatkan korban.
“Kondisinya baik-baik saja, tidak menderita penyakit. Ada dugaan kuat korban tidak mendengar suara kereta karena faktor usia saat berjalan di rel, meskipun warga di sawah sekitar lokasi sudah meneriaki,” jelasnya.
Lokasi kejadian berada di belakang gudang pupuk Pusri. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut langsung panik dan berupaya memperingatkan korban agar segera meninggalkan jalur rel.
Namun, peringatan warga tak sempat membuat korban menjauh dari lintasan. Kereta akhirnya menabrak korban hingga menyebabkan nyawanya tak tertolong.
Petugas Polsek Sukomoro bersama Tim Inafis Polres Nganjuk kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pemeriksaan tempat kejadian perkara. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi untuk proses lebih lanjut.
Polisi memastikan penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur. Sementara pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

















