JOMBANG, SRJATIM.CO.ID — Sebanyak 200 unit becak listrik gratis resmi disalurkan kepada para tukang becak manual di Kabupaten Jombang.
Armada ramah lingkungan senilai sekitar Rp22 juta per unit ini disiapkan khusus untuk menunjang mobilitas para kiai, masyayikh, dan muktamirin selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026.
Konsolidasi dan pengecekan armada berlangsung di Gedung Serba Guna PPBU Tambakberas pada Kamis (13/8/2026).
“Layanan transportasi ini gratis bagi peserta yang memiliki ID card. Becak listrik ini sangat membantu mobilisasi karena arena utama muktamar steril dari kendaraan bermotor,” ucap Seksi Transportasi Panitia Daerah Muktamar NU sekaligus Ketua Asosiasi Becak Cas Jombang, Abdul Hamid Hamdah, dalam keterangan rilisnya, Sabtu (15/8/2026).
Untuk menjamin kelancaran lalu lintas dan keamanan, operasional becak listrik akan mengikuti rute khusus yang ditetapkan panitia.
Para pengemudi juga telah dibekali kartu identitas resmi serta pelatihan berkendara agar pelayanan berjalan optimal.
“Kami meminta para penerima bantuan menggunakan kendaraan tersebut untuk menunjang pekerjaan dan mengingatkan agar becak listrik tidak dialihkan kepemilikannya ataupun diperjualbelikan,” imbuh Abdul Hamid.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh pihak pengasuh pesantren yang menilai inovasi ini sebagai langkah bijak untuk menjaga kenyamanan para tamu kehormatan.
“Akses antar-lokasi sekitar 300 meter. Kalau pakai mobil justru mengganggu, jadi becak listrik ini solusi paling tepat untuk melayani para kiai sepuh,” terang Ketua Majelis Pengasuh PPBU Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah (Gus Hasib).
Manfaat bantuan ini dirasakan langsung oleh pengemudi becak senior yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh becak konvensional.
“Alhamdulillah dapat becak listrik. Ini sangat membantu saya yang sudah tua, apalagi nanti bisa ikut membantu mengantar tamu-tamu muktamar,” puji Jamil (70), tukang becak asal Dusun Kauman, Desa Ngoro, Jombang.
Reporter : Taufiqur Racman
Editor : Tim Redaksi SRjatim

















