SR JATIM – Libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dan berwisata bersama keluarga. Namun di tengah euforia liburan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya akibat cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Sejumlah daerah dilaporkan mengalami intensitas hujan tinggi disertai angin kencang dan petir. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir. Situasi tersebut menjadi perhatian serius bagi para pelancong yang melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan. Pengendara juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menghindari jalur rawan longsor dan banjir, serta tidak memaksakan perjalanan saat cuaca buruk.
Bagi wisatawan yang berlibur ke kawasan pegunungan, sungai, dan pantai, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. Aktivitas wisata alam disarankan mengikuti arahan petugas setempat dan memperhatikan rambu peringatan demi keselamatan bersama.
Selain itu, masyarakat diharapkan menyiapkan perlengkapan darurat seperti jas hujan, obat-obatan, serta menyimpan nomor kontak layanan darurat. Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak saat berwisata, terutama di lokasi rawan kecelakaan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan keselamatan, diharapkan libur panjang Nataru dapat dinikmati dengan aman dan nyaman, tanpa mengabaikan risiko bahaya akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Tips Aman Berlibur Panjang Nataru di Tengah Cuaca Ekstrem
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan gangguan keselamatan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat diimbau menerapkan sejumlah langkah antisipasi berikut:
Pantau Informasi Cuaca
Selalu cek prakiraan cuaca terbaru sebelum dan selama perjalanan. Jika cuaca buruk diperkirakan terjadi, sebaiknya tunda atau ubah rencana perjalanan.
Pastikan Kendaraan Laik Jalan
Periksa kondisi rem, ban, lampu, wiper, serta bahan bakar sebelum berangkat. Kendaraan yang prima sangat penting saat melintasi jalan licin dan berkabut.
Hindari Jalur Rawan Bencana
Kurangi perjalanan melalui daerah rawan longsor, banjir, dan pohon tumbang. Ikuti arahan petugas serta rambu lalu lintas yang terpasang.
Atur Waktu Perjalanan
Berangkatlah pada siang hari jika memungkinkan dan hindari perjalanan malam saat hujan lebat karena jarak pandang terbatas.
Patuhi Aturan Keselamatan Wisata
Saat berwisata di pantai, pegunungan, atau sungai, patuhi larangan berenang, mendaki, atau beraktivitas saat kondisi cuaca tidak mendukung.
Siapkan Perlengkapan Darurat
Bawa jas hujan, payung, senter, obat-obatan, makanan ringan, air minum, serta power bank untuk kondisi darurat.
Jaga Kondisi Fisik
Pastikan tubuh dalam kondisi sehat, cukup istirahat, dan jangan memaksakan diri saat lelah agar tetap fokus selama perjalanan.
Awasi Anak dan Lansia
Berikan perhatian ekstra kepada anak-anak dan lansia, terutama di lokasi wisata yang ramai dan berpotensi berbahaya.
Simpan Nomor Darurat
Catat dan simpan nomor layanan darurat seperti polisi, rumah sakit, dan BPBD setempat untuk antisipasi kejadian tak terduga.
Dengan menerapkan tips tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati libur panjang Nataru dengan lebih aman, nyaman, dan tetap waspada di tengah potensi cuaca ekstrem.***



