SR JATIM, NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dengan rangkaian kegiatan yang menyentuh sisi spiritual sekaligus sosial. Perayaan tahun ini mengedepankan kesederhanaan dan kedekatan dengan wong cilik.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan Khataman Al-Quran yang digelar secara khusyuk di Mushola Al-Muslimin.
Suasana religius ini menjadi fondasi awal sebelum dilanjutkan dengan Upacara Bendera yang diikuti oleh seluruh kader di halaman kantor DPC PDI Perjuangan Nganjuk.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) dari tingkat PAC hingga Ranting se-Kota Nganjuk.
Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, menyampaikan bahwa angka 53 bukan sekadar usia, melainkan simbol kematangan perjuangan partai dalam mengawal aspirasi rakyat.
“Hari ini kita tidak hanya merayakan usia partai, tapi memperkuat kembali ikatan batin antar kader. Khataman Quran ini adalah bentuk doa kita agar bangsa dan partai selalu diberkahi, sementara upacara tadi adalah pengingat disiplin ideologi kita,” ujar Kang Marhaen, Sabtu (10/1).
Tidak hanya dinikmati oleh internal partai, kemeriahan HUT ke-53 ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Sejumlah tumpeng didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk para tukang becak yang melintas di sekitar lokasi acara.
Kang Marhaen menegaskan bahwa aksi berbagi ini merupakan instruksi langsung dari hati nurani partai untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat.
“PDI Perjuangan adalah partainya wong cilik. Maka, tumpeng syukur ini tidak boleh berhenti di meja pengurus saja. Kita bagikan kepada bapak-bapak tukang becak dan masyarakat sekitar. Kami ingin mereka ikut merasakan kebahagiaan di hari jadi partai kami,” tambah Kang Marhaen.
Melalui momentum HUT ke-53 ini, DPC PDI Perjuangan Nganjuk berharap seluruh elemen partai, mulai dari KSB PAC hingga Ranting, tetap solid dan terus turun ke bawah (turba) untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Acara ditutup dengan doa bersama, mempertegas komitmen partai berlambang banteng ini untuk tetap tegak lurus pada kepentingan rakyat di Kabupaten Nganjuk.





