Pembangunan Jalan Cor Sukomoro-Kecubung Tuntas, Warga Rasakan Manfaat Program Fisik Dinas PUPR Nganjuk

SR JATIM – Pemkab Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sukses merampungkan program fisik pembangunan beton cor di Jalan Sukomoro-Kecubung, Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Pekerjaan yang memiliki nama resmi Pemeliharaan Berkala Jalan Sukomoro–Kecubung itu menelan anggaran senilai Rp1,34 miliar, bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) APBD 2025. Di mana, panjang jalan yang dicor sekitar 1 kilometer.

Bacaan Lainnya

Suhadi, (52), warga Desa Sumengko, Sukomoro mengatakan, Jalan Sukomoro–Kecubung bukan hanya menghubungkan Kecamatan Sukomoro dengan sejumlah wilayah lain seperti Pace dan pusat kota Nganjuk, tetapi juga menjadi jalur penting aktivitas ekonomi warga.

Petani seperti saya, dan pedagang biasanya lewat jalur ini untuk menuju Pasar Bawang Merah Sukomoro. Selain itu, jalanan ini juga digunakan oleh anak-anak sekolah, terutama yang bersekolah di SMAN 1 Sukomoro,” ungkap Suhadi kepada media ini, Jumat (14/11/2025).

Sebelum diperbaiki, kata Suhadi, kondisi jalan ini cukup memprihatinkan. Banyak titik bergelombang dan berlubang, sehingga rawan kecelakaan.

Kini, setelah selesai dibeton, masyarakat mulai merasakan manfaatnya secara langsung. Jalan yang sebelumnya tidak rata kini mulus, kokoh, dan lebih aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Suhadi mengaku sangat terbantu dengan selesainya pembangunan jalan tersebut. Hampir setiap hari ia melewati jalur tersebut.

“Dulu jalannya banyak lobang, sering terjadi kecelakaan. Sekarang sudah mulus dan nyaman dilewati. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati Marhaen Djumadi, Pak Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, dan tim Dinas PUPR Nganjuk,” ujarnya dengan wajah semringah.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025),  mengatakan, bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari janji pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan jalan rusak di Kabupaten Nganjuk.

Menurutnya, setiap pembangunan infrastruktur dilakukan menggunakan uang rakyat, sehingga sudah sewajarnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat luas. “Jalan ini dibangun dari pajak yang panjenengan bayarkan. Maka tugas kami adalah mengelola dan mengembalikan manfaatnya dalam bentuk pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga. Kami berkomitmen memperbaiki seluruh jalan rusak di Kabupaten Nganjuk secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro. Ia menekankan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pertanian bisa semakin lancar.

“Jika jalannya baik, maka mobilitas warga lebih mudah. Dampaknya sangat besar untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *