Laporan Telat Direspons, Jembatan Kedungdowo Roboh dan Nyaris Makan Korban Jiwa

SR JATIM, Nganjuk – Jembatan penghubung antar desa di Desa Kedungdowo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, roboh pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.

Insiden tersebut nyaris memakan korban jiwa. Satu sepeda motor dilaporkan terperosok saat jembatan patah dan ambruk ke sungai. Pengendara berhasil menyelamatkan diri beberapa detik sebelum konstruksi jembatan runtuh sepenuhnya.

Meski selamat, insiden tersebut menunjukkan betapa fatalnya kelalaian dalam penanganan infrastruktur yang sudah lama diperingatkan.

Kepala Desa Kedungdowo, Suprapto, mengatakan, bahwa jembatan ini sudah lama dalam kondisi mengkhawatirkan, sebelum kini akses vital warga itu benar-benar terputus total.

“Di sekitar konstruksi jembatan memang sudah lama ada titik longsoran,” ungkapnya.

Mirisnya lagi, kerusakan parah pada tiang jembatan sejatinya sudah terdeteksi sejak pertengahan 2024. Menurut Suprapto, hasil pengecekan waktu itu menunjukkan kondisi yang sangat serius: enam dari delapan tiang penyangga jembatan dinyatakan putus.

“Sejak pertengahan 2024 itu dicek, ternyata tiangnya putus enam dari delapan kursi itu,” jelasnya.

Artinya, jembatan tersebut sebenarnya sudah dalam status darurat sejak lama. Namun meski laporan telah disampaikan berulang kali, penanganan tak kunjung datang.

Suprapto mengaku bahwa ia telah melaporkan kerusakan ini ke Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas PUPR, BPBD, bahkan langsung kepada Bupati Nganjuk. Namun hingga jembatan benar-benar ambruk, respons nyata tak kunjung terlihat.

“Sudah kami ajukan ke Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas PUPR, BPBD, dan Pak Bupati juga sudah saya usulkan,” tegasnya.

Akibat peristiwa robohnya jembatan tersebut, Warga Kedungdowo kini harus memutar jalan berkilo-kilometer untuk bisa menyeberangi sungai.

Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : SR JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *