Kota Kediri Siap Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem

SR JATIM, Kediri – Pemerintah Kota Kediri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman potensi bencana hidrometeorologi dampak cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan itu sebagai langkah mitigasi ditengah ketidakpastian kondisi cuaca.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menyebut, menurut ramalan BMKG musim hujan tahun ini dan tahun depan diprediksi memiliki intensitas tinggi dengan curah hujan mencapai 1.000–1.500 mm. Kondisi itu berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Terlebih berdasarkan surat edaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri termasuk kawasan padat penduduk di sekitar daerah aliran sungai. Berdasarkan data tersebut, diprediksi terdapat potensi ancaman bencana yang timbul akibat curah hujan, salah satunya banjir.

“Fakta ini tidak boleh diabaikan. Bencana memang tidak bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa dikurangi dengan kesiapsiagaan,” kata Mbak Wali.

Untuk mengantisipasi dampak kondisi cuaca yang tidak menentu itu, pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan dengan menggelar apel gabungan pemeriksaan peralatan serta simulasi penanganan bencana banjir. Langkah itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat.

“Ini adalah bentuk nyata dari kesiapsiagaan kita. Baik dalam mengukur kekuatan, meningkatkan koordinasi, serta memastikan bahwa seluruh personel dan peralatan siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” imbuhnya.

Dengan kegiatan itu Mbak Wali ingin memastikan seluruh personel, peralatan serta sistem respon cepat di Kota Kediri benar-benar siap menghadapi potensi cuaca ekstrem serta bencana banjir. Dengan langkah itu dampak potensi bencana di Kota Kediri dapat diminimalisir.

“Ini untuk membangun komitmen bersama bahwa keselamatan warga masyarakat merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Kota Kediri tidak berjalan sendiri, kita satu barisan, kita satu komando, kita satu tujuan, menjadikan Kota Kediri sebagai kota yang aman, nyaman, dan tangguh bencana,” tegasnya.

Dalam kegiatan itu, Mbak Wali juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BPBD Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan bantuan peralatan dan logistik pendukung pertolongan korban bencana. Serta bantuan bibit pohon bagi Kota Kediri.

Bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur berupa 5 unit pompa air, 36 pasang sepatu boots, 200 paket perlengkapan makan, 200 paket kids wear, 2000 lembar karung plastik, dan 1 unit perahu karet. Ada pula 50 bibit buah alpukat, 50 bibit buah durian, 50 bibit buah jambu air, dan 50 bibit buah kelengkeng.

Dukungan ini bukan hanya memperkuat kesiapsiagaan Kota Kediri menghadapi kondisi darurat. Tetapi juga menjadi pengingat bahwa mitigasi risiko bencana harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan, menambah tutupan hijau, dan memulihkan ekosistem kota.

“Bantuan tersebut akan kita terima bersama dengan penuh tanggung jawab. Akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Selain petugas, Mbak Wali mengajak masyarakat untuk sama-sama mencegah dampak potensi bencana hidrometeorologi. Dengan cara tidak membuang sampah sembarang, selain membersihkan drainase yang dilakukan pemerintah daerah.

“Alat yang canggih tidak ada artinya tanpa manusia yang sigap. Koordinasi yang lengkap tidak berarti tanpa kepekaan. Dan keselamatan warga adalah tanggung jawab yang harus kita usung bersama,” pungkasnya.

Reporter : Prasetya
Editor : SR JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *