SR JATIM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulung pada Rabu (19/11) sore memicu tanah longsor di Dukuh Bangunsari, Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Dua rumah warga tertimbun material longsoran, sementara seorang pengendara motor mengalami luka serius.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.50 WIB, tidak lama setelah hujan lebat turun merata di kawasan tersebut. Tebing yang longsor setinggi sekitar 15 meter dengan lebar 20 meter dan ketebalan 6 meter yang berada tepat di belakang rumah warga.
Akibatnya rumah milik Marjuki (51), warga RT 02/RW 01, hilang tertimbun material tanah menutup seluruh bangunan dan menimbun tiga unit sepeda motor.
Selain rumah milik Jemirin (60) mengalami kerusakan pada bagian teras, setelah dihantam material longsor, tiga unit mobil dan satu unit sepeda motor juga tertimbun meterial longsor.
Tidak hanya itu akibat longsor tersebut, jalan penghubung Desa Wagir Kidul–Banaran tertutup total oleh material tanah dan bebatuan.
Material longsor menutup akses jalan antara Desa Wagir Kidul dan Banaran, juga membuat seorang pengendara motor, Kisha (18), warga Dukuh Gondangsari, Desa Banaran, menjadi korban saat melintas di jalan lokasi kejadian.
Korban tertimpa material longsor dan mengalami patah tulang pada kaki kiri.
Kemudian telah dievakuasi dan mendapat pertolongan medis, kemudian dirujuk ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut.
Salah satu saksi, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama. Kondisi tanah yang jenuh air membuat tebing di wilayah Bangunsari tidak mampu menahan tekanan.
“Air mengalir deras dari atas tebing, tidak lama kemudian tanah ambrol dan langsung menimpa rumah warga,” ujar
Tri Mei Nur, perangkat Desa Wagir Kidul,
Setelah menerima, BPBD Kabupaten Ponorogo bersama TNI, Polri, Relawan dan Warga setempat dijadwalkan akan melakukan evakuasi dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan membuka akses jalan desa.
BPBD meminta warga, di bantaran tebing dan lereng curam di sekitar Wagir Kidul, khususnya Bangunsari, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tanah yang masih labil berpotensi menimbulkan longsor susulan apabila hujan kembali turun.Warga diminta segera melapor apabila menemukan retakan tanah, rembesan air, atau bunyi gemuruh dari lereng.*



