Jalan Berlumpur Saat Berangkat Sekolah, Anak-Anak Mengadu ke Presiden Prabowo Minta Perbaikan Jalan

SR JATIM – Sejumlah anak sekolah di sebuah desa pelosok kembali menjadi sorotan publik setelah video keluhan mereka kepada Presiden Prabowo Subianto viral di media sosial. Dalam video berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak anak-anak mengenakan seragam sekolah berjalan hati-hati melewati jalan berlumpur tebal yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah mereka.

Jalan yang rusak parah dan dipenuhi genangan itu membuat langkah mereka tersendat. Beberapa di antaranya bahkan terlihat hampir terpeleset saat melintasi lumpur yang mencapai mata kaki. Kondisi tersebut berlangsung setiap musim hujan dan telah lama dikeluhkan warga setempat.

Bacaan Lainnya

Salah satu anak dalam video itu dengan polos menyampaikan permintaan kepada Presiden Prabowo agar jalan menuju sekolah segera diperbaiki. “Pak Presiden, tolong jalan ke sekolah kami diperbaiki. Susah kalau hujan, becek dan licin,” ucapnya yang kemudian membuat warganet terharu sekaligus geram atas lambannya penanganan.

Salah satu wali murid  mengaku sudah lama kondisi jalan itu, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan. Orang tua murid menilai situasi tersebut mengancam keselamatan anak-anak setiap kali mereka berangkat dan pulang sekolah.

Para walimurid  setempat berharap keluhan yang viral ini bisa mendapat perhatian langsung pemerintah pusat agar dilakukan percepatan perbaikan infrastruktur. “Ini sudah bertahun-tahun. Kami berharap suara anak-anak ini didengar dan segera ditindaklanjuti,” ujar salah satu warga.

Sementara itu, video keluhan tersebut terus dibagikan di berbagai platform media sosial dan memicu gelombang dukungan publik. Banyak warganet mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan sebelum kondisi jalan semakin memburuk dan menghambat akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkait permintaan perbaikan jalan tersebut. Namun masyarakat berharap suara jujur dari anak-anak itu mampu mengetuk perhatian pemangku kebijakan demi masa depan pendidikan yang lebih layak.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *